Jumat, 22 November 2019

Inilah Aturan - Aturan Keuangan Yang Harus Di Ketahui Oleh Anak - Anak Dan Orang Tua!!!



Mengajarkan anak-anak mengenai pentingnya mengatur keuangan adalah perbuatan bijaksana yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang tua. Menanamkan prinsip bagaimana mengelola uang dengan baik pada anak tak bisa dilakukan dalam waktu pendek dan sekali waktu saja. Sebab itu sangat dianjurkan untuk mulai memberbagi pemahaman dengan cara berangsur-angsur sejak usia dini, setidaknya saat anak-anak telah mulai belajar untuk menghitung. Faktor ini dilakukan dengan tujuan supaya anak menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan uang yang dimilikinya. Anak bakal lebih bijaksana membelanjakan uang dan sanggup membedakan antara kebutuhan dan keinginan.


Aturan Keuangan yang  Wajib Anak Pahami


Dalam mengajarkan pengaturan keuangan pada anak, ada beberapa aturan yang  wajib diperkenalkan satu per satu.Anggaran -aturan tersebut sebaiknya diajarkan melewati perbuatan langsung, bukan hanya sekedar nasihat yang diucapkan oleh orang tua. Lalu apa saja aturan tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

1. Mengutamakan Pemenuhan Kebutuhan Daripada Keinginan


Sebagai orang tua, telah seharusnya memenuhi setiap faktor yang menjadi kebutuhan anak. Anak yang tetap sangat kecil belajar memahami segala sesuatu di kurang lebihnya dan mereka belum tahu apa saja yang mereka butuhkan. Tetapi seiring bertambahnya usia, mereka mulai mempunyai keinginan disamping kebutuhannya. Ini faktor yang wajar, hanya saja butuh diberbagi penekanan pada anak bahwa sebaiknya dahulukan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan, barulah sesekali keinginan bisa dipenuhi.

2. Investasi dan Tabungan Sebelum Anak-anak Mengetahui Uang


Meski anak belum memahami makna uang,  Engkau  sebagai orang tua tak salah apabila mengambil satu langkah lebih cepat untuk menyiapkan dana sekolah mereka.Planning kan investasi alias tabungan untuk kebutuhan si buah hati nantinya. Dan saat anak telah mengetahui uang dan pemakaiannya,  Engkau  bisa memkabarhu mengenai simpanan tersebut. Jangan lupa untuk mengundang anak menabung bersama dalam tabungan masa depannya tersebut, dan mulailah untuk mendidiknya supaya bijaksana dalam memakai uang sebutuhnya.

3. Orang Tua Bukanlah Bank


Anak-anak tak jarang berpikir bahwa orangtuanya adalah sumber uang yang bisa mereka minta kapanpun mereka mau.  Anggapantersebut  wajib dibuang jauh-jauh. Buatlah anak mengerti bahwa tak selamanya orang tua bisa memberbagi uang yang mereka butuhkan. Walau mungki orang tua mereka terbukti mempunyai tak sedikit uang, bukan berarti mereka bisa memintanya setiap saat untuk membeli semua yang mereka inginkan. Kabarhu mereka bahwa orang tua bekerja keras mendapat uang bukan untuk dipakai sembarangan, sebab ada beberapa kebutuhan pokok yang dipenuhi.Nir  hanya itu, jumlah uang yang dimiliki oleh orang tua mereka pasti ada batasnya jadi  wajib dipakai dengan bijak.

4. Apresiasi Untuk Perbuatan di Luar Keharusan


Anak-anak mengerti mereka seharusnya menolong orang tua untuk memselesaikan pekerjaan di rumah. Tetapi, tak ada salahnya apabila  Engkau  memberbagi apresiasi umpama saja uang saku yang dilebihkan, atas kerja keras mereka melakukan pekerjaan di luar tanggung jawabnya. Ini bakal membikin anak menjadi lebih termotivasi untuk melakukan perbuatan terpuji dan menolong tak sedikit orang di sekelilingnya.

5. Biarkan Anak Melakukan Kesalahan


Setiap orang tua pasti mengharapkan yang paling baik bagi anaknya, dan tak ingin terjadi sesuatu yang kurang baik pada mereka. Tetapi, adakalanya kami butuh membiarkan mereka sesekali melakukan kesalahan, tergolong dalam urusan keuangan. Dari kesalahan tersebut, anak-anak bakal belajar bagaimana menanggulangi persoalan akibat kesalahan yang mereka lakukan. Akhirnya dari pembelajaran tersebut mereka bakal bersikap lebih bijaksana dan mandiri dalam mengatur keuangan.


6. Menolong Dalam Memutuskan Keuangan


Saat anak tetap kecil, orang tua berhak mengatur apa yang  wajib mereka lakukan dengan uang yang mereka miliki. Tetapi lain halnya apabila anak telah menginjak remaja. Biarkan anak memutuskan sendiri apa yang  wajib dirinya lakukan untuk mengatur keuangannya. Kami sebagai orang tua hanya butuh menolong memberbagi nasihat saat anak mengalami kesusahan dalam mengelola keuangannya. Jangan sempat mengatur keuangan anak, supaya mereka menjadi lebih bertanggung jawab dengan keuangannya sendiri.

7. Uang Tak Tumbuh dari Pohon


Berbagi pemahaman pada anak bahwa uang tak gampang diperoleh begitu saja, semacam memetik daun dari sebuah pohon. Kami  wajib bekerja, baik itu dalam bentuk jasa, berjualan alias bekerja pada sebuahtempat. Terbukti ada orang yang bisa memperoleh uang dalam jumlah tak sedikit dari sebuah undian. Tetapi itu adalah sebuah keberuntungan yang terkadang untuk memperolehnya kami  wajib membeli tak sedikit kartu lotre, dan pasti saja itu bakal menghabiskan tak sedikit uang.

8. Bekerja Bukan Hanya Untuk Orang Dewasa Saja


Kabarhu anak untuk tak berpikir bahwa bekerja untuk memperoleh uang bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, dengan jam kerja rutin dari pagi sampai sore. Ada tak sedikit faktor yang bisa dilakukan anak-anak untuk ikut menghasilkan uang sendiri. Umpama saja, mengumpulkan barang bekas untuk dipasarkan ke pasar loak, alias bekerja paruh waktu pada pengusaha kecil. Bahkan di zaman yang hebat semacamSekarang  ini, anak-anak bisa mekegunaaankan computer mereka untuk membikin blog dan mengikuti survey dari internet.Niscaya  saja, semua itu bakal menghasilkan uang.


9. Kartu Kredit Bukan UangPerdeo 


Tidak sedikit anak berpendapat kartu kredit bisa dipakai semaunya, tinggal menggeseknya dan barang yang dibeli telah terbayarkan. Padahal, ada tak sedikit konsekuensi yang  wajib ditanggung bila memakainya dengan cara berlebihan. Sebab itu, butuh untuk memberbagi pemahaman pada anak bahwa kartu kredit  wajib dipakai sebutuhnya saja.

10. Biasakan Mendapat Uang Dahulu Sebelum Belanja


Ada tak sedikit permasalahan dimana orang-orang berbelanja bahkan sebelum mereka mempunyai lumayan uang untuk membayar belanjaan tersebut. Faktor semacam tak jarang terjadi khususnya dalam belanja online. Ini pasti tak baik sebab kami tak bisa memprediksi apakah kami bakal sanggup membayar nantinya, dan faktor ini bisa mengacaukan arus keuangan yang ada. Jadi, penting untuk mengajarkan anak supaya mendahulukan pemasukan sebelum berpikir untuk membelanjakannya.


11. Tak Selamanya Disparitas  Itu Kurang baik


Anak-anak yang telah menginjak dewasa biasanya telah mulai berpikir dan mempunyai keinginan sendiri. Bahkan mereka tak jarangkali mempunyai keinginan yang berlawanan dengan orangtuanya. Selagi tak memenyesalkan, biarkan saja anak melakukan apa yang mereka inginkan, tergolong dalam membelanjakan uangnya. Jadi anak tak  wajib rutin mengikuti apa kemauan orangtuanya. Hanya saja, orang tua tetap butuh untuk memberbagi masukan mengenai akibat baik dan kurang baik dari keputusan yang bakal diambil, jadi anak bakal lebih berhati-hati dalam memakai uangnya.

.
.

Sekian dari kami kurang lebihnya mohon maaf dan terimakasih telah berkunjung ke artikel kami ini, ohh iya jangan lupa juga kunjungi artikel kami yang lain yang ada DI SINI YAAA.

0 komentar

Posting Komentar